Sabtu, 06 Februari 2010

peta rengasdengklok

Kabupaten Karawang

Karawang beralih ke halaman ini. Untuk kota yang bernama sama, lihat Karawang (kota). Untuk kegunaan lain, lihat Karawang (disambiguasi).
Kabupaten Karawang
Lambang Kabupaten Karawang
Lambang Kabupaten Karawang
Locator kabupaten karawang.png
Peta lokasi Kabupaten Karawang
Koordinat : 107º02` – 107º40` BT, 5º56` – 6º34` LS




















·



·
·





























Situs web resmi: www.karawang.go.id

Kabupaten Karawang, adalah sebuah kabupaten di Provinsi Jawa Barat, Indonesia. Ibukotanya adalah Karawang. Kabupaten ini berbatasan dengan Kabupaten Bekasi dan Kabupaten Bogor di barat, Laut Jawa di utara, Kabupaten Subang di timur, Kabupaten Purwakarta di tenggara, serta Kabupaten Cianjur di selatan.

[

Topografi

Sebagian besar wilayah Kabupaten Karawang adalah dataran rendah, dan di sebagian kecil di wilayah selatan berupa dataran tinggi.

Geologi

Wilayah Kabupaten Karawang sebagian besar tertutup dataran pantai yang luas, yang terhampar di bagian pantai Utara dan merupakan batuan sedimen yang dibentuk oleh bahan–bahan lepas terutama endapan laut dan aluvium vulkanik. Di bagian tengah ditempati oleh perbukitan terutama dibentuk oleh batuan sedimen, sedang di bagian Selatan terletak Gunung Sanggabuana dengan ketinggian ± 1.291 m diatas permukaan laut.

Iklim

Sesuai dengan bentuk morfologinya Kabupaten Karawang terdiri dari dataran rendah yang mempunyai temperatur udara rata-rata 270C dengan tekanan udara rata-rata 0,01 milibar, penyinaran matahari 66 persen dan kelembaban nisbi 80 persen. Curah hujan tahunan berkisar antara 1.100 – 3.200 mm/tahun. Pada bulan Januari sampai April bertiup angin Muson Laut dan sekitar bulan Juni bertiup angin Muson Tenggara. Kecepatan angin antara 30 – 35 km/jam, lamanya tiupan rata-rata 5 – 7 jam.

[sunting] Hidrografi

Kabupaten Karawang dilalui oleh aliran sungai yang melandai ke arah utara: Ci Tarum, yang merupakan pemisah Kabupaten Karawang dari Kabupaten Bekasi, dan Ci Lamaya, yang merupakan batas wilayah dengan Kabupaten Subang. Selain sungai, terdapat juga tiga buah saluran irigasi yang besar yaitu Saluran Induk Tarum Utara, Saluran Induk Tarum Tengah dan Saluran Induk Tarum Barat yang dimanfaatkan untuk pengairan sawah, tambak, dan pembangkit tenaga listrik.

[sunting] Curah Hujan

Curah hujan di suatu tempat dipengaruhi oleh keadaan iklim, keadaan orografhi dan perputaran/ pertemuan arus udara. Oleh karena itu, jumlah curah hujan sangat beragam menurut bulan. Catatan rata-rata curah hujan di Kabupaten Karawang selama tahun 2005 mencapai 2.534 mm dengan rata-rata curah hujan per bulan sebesar 127 mm, lebih tinggi jika dibandingkan dengan rata-rata curah hujan pada tahun 2004 yang mencapai 1.677 mm dengan rata-rata curah hujan per bulannya mencapai 104 mm. Pada tahun 2005 rata-rata curah hujan tertinggi terjadi di Kecamatan Tegalwaru yaitu mencapai 318 mm per bulan, dan yang terendah terjadi di Kecamatan Talagasari yaitu hanya 51 mm.

[sunting] Demografi

Penduduk umumnya adalah suku Sunda yang menggunakan Bahasa Sunda, tetapi di Karawang terdapat beberapa bahasa dan budaya diantaranya budaya dan bahasa Betawi di daerah utara Karawang tepatnya sebagian Kecamatan Batujaya dan Kecamatan Pakisjaya serta bahasa Jawa Cirebonan di jalur Utara Kecamatan Tempuran Kecamatan Cilamaya Masyarakat pada umumnya memiliki mata pencaharian yang beragam, tetapi banyak yang bekerja sebagai petani

[sunting] Administratif

Kabupaten Karawang terdiri atas 30 kecamatan, yang dibagi lagi atas sejumlah desa dan kelurahan. Pusat pemerintahan di Kecamatan Karawang Barat.

[sunting] Potensi

  • Di Kabupaten Karawang berdiri beberapa Kawasan Industri, antara lain Karawang International Industry City KIIC, Kawasan Surya Cipta, kawasan Bukit Indah City atau BIC di jalur Cikampek(Karawang)
  • Di bidang pertanian, Karawang terkenal sebagai lumbung padi Jawa Barat.

[sunting] Transportasi

Ibukota kabupaten Karawang berada di jalur pantura. Kabupaten Karawang dilintasi ruas jalan tol Jakarta-Cikampek(Karawang) serta Cipularang (Cikampek(Karawang)-Purwakarta-Padalarang). Cikampek merupakan kecamatan yang berada di bagian timur Kabupaten Karawang. Di Cikampek terdapat stasiun kereta api yang merupakan pertemuan dua jalur utama dari Bandung dan dari Cirebon menuju Jakarta.

Sejarah karawang.pdf Terdapat tiga pendapat mengenai asal muasal nama Karawang. Pendapat-pendapat itu masing-masing menyebutkan asal kata yang berbeda-beda: Krawang, Kerawang, dan Karawaan.[1] Wilayah Karawang sudah sejak lama dihuni manusia. Peninggalan Situs Batujaya dan Situs Cibuaya menunjukkan pemukiman pada awal masa modern yang mungkin mendahului masa Kerajaan Taruma.

Penduduk Karawang semula beragama Hindu dan wilayah ini berada di bawah kekuasaan Kerajaan Sunda. Semenjak takluk dari Kesultanan Banten, Karawang berada di bawah kendali Banten. Agama Islam mulai dipeluk masyarakat setempat setelah seorang patron bernama Syekh Hasanudin bin Yusuf Idofi, konon dari Makkah, yang terkenal dengan sebutan "Syekh Quro", memberikan ajaran; yang kemudian dilanjutkan oleh murid-murid Wali Sanga. Makam Syeikh Quro terletak di Pulobata, Kecamatan Lemahabang, Karawang.

Sebagai suatu daerah berpemerintahan sendiri tampaknya dimulai semenjak Karawang direbut oleh Kesultanan Mataram, di bawah pimpinan Wiraperbangsa dari Sumedang Larang tahun 1632. Kesuksesannya menempatkannya sebagai wedana pertama dengan gelar Adipati Kertabumi III. Semenjak masa ini, sistem irigasi mulai dikembangkan di Karawang dan perlahan-lahan daerah ini menjadi daerah pusat penghasil beras utama di Pulau Jawa hingga akhir abad ke-20.

Selanjutnya, Karawang menjadi kabupaten dengan bupati pertama Panembahan Singaperbangsa bergelar Kertabumi IV yang dilantik 14 September 1633. Tanggal ini menjadi hari jadi Kabupaten Karawang. Selanjutnya, bupatinya berturut-turut adalah R. Anom Wirasuta 1677-1721, R. Jayanegara (gelar R.A Panatayuda II) 1721-1731, R. Martanegara (R. Singanagara dengan gelar R. A Panatayuda III) 1731-1752, R. Mohamad Soleh (gelar R. A Panatayuda IV) 1752-1786.[2] Pada rentang ini terjadi peralihan penguasa dari Mataram kepada VOC (Kompeni).

Pada masa menjelang Kemerdekaan Indonesia, Kabupaten Karawang menyimpan banyak catatan sejarah. Rengasdengklok merupakan tempat disembunyikannya Soekarno dan Hatta oleh para pemuda Indonesia untuk secepatnya merumuskan naskah Proklamasi Kemerdekaan Indonesia pada tanggal 16 Agustus 1945.

Kota Karawang juga menjadi inspirasi sastrawan Chairil Anwar menulis karya Antara Karawang-Bekasi karena peristiwa pertempuran di daerah sewaktu pasukan dari Divisi Siliwangi harus meninggalkan Bekasi menuju Karawang yang masih menjadi daerah kekuasaan Republik.

Kecamatan Rengasdengklok adalah daerah pertama milik Republik Indonesia yang telah berani mengibarkan bendera Merah Putih sebelum Proklamasi kemerdekaan Indonesia.[rujukan?] Oleh karena itu selain dikenal dengan sebutan Kota Lumbung Padi Karawang juga sering disebut sebagai Kota Pangkal Perjuangan. Di Rengasdengklok didirikan sebuah monumen yang dibangun oleh masyarakat sekitar, kemudian pada masa pemerintahan Megawati didirikan Tugu Kebulatan Tekad untuk mengenang sejarah Republik Indonesia.

[sunting] Olahraga

  • Karawang adalah tuan rumah PORPROV Jabar X tahun 2006.
  • Klub olahraga yang berbasis di kabupaten Karawang diantaranya adalah Persika (sepak bola), yang merupakan singkatan dari Persatuan Sepak bola Indonesia Karawang. Persika menggunakan Stadion Singaperbangsa sebagai kandang.
  • PRSI Karawang yang di koordinir oleh Bp. H. Tatang, sesepuh karawang yang telah membawa PRSI karawang ke arah yang lebih baik.

[sunting] Demografi

Penduduk Menurut Jenis Kelamin
Tahun/
Jenis Kelamin
2000 2001 2002 2003 2004 2005 2006 2007 2008
Laki-laki - 916.554 935.634 972.174 968.511 985.727 - - -
Perempuan - 872.971 927.205 931.337 965.761 985.736 - - -
Total - 1.799.525 1.862.839 1.903.511 1.934.272 1.971.463 - - -
Sumber: [3]
Jumlah penduduk, Rumahtangga dan Rata-rata penduduk per rumahtangga
Tahun/
Rincian
2000 2001 2002 2003 2004 2005 2006 2007 2008
Penduduk - - - - 1.934.272 1.971.463 - - -
Rumahtangga - - - - 475.251 490.414 - - -
Penduduk/Rumahtangga - - - - 4,07 4,02 - - -
Sumber: [4]

[sunting] Kota kembar

[sunting] Lihat pula

[sunting] Referensi

  1. ^ Sebelumnya Karawang memiliki 3 sebutan, sebagian menyebutkan Kerawang adapula yang menyebut Krawang dan terakhir dengan nama Karawang dalam buku miracle sight west java yang diterbitkan oleh Provinsi Jawa Barat dan buku Sejarah Karawang yang ditulis oleh R. Tjetjep Soepriadi disebutkan asal muasal kata tersebut, pertama berasal dari kata 'Karawaan' yang mengandung arti bahwa daerah ini banyak terdapat rawa, hal ini dibuktikan dengan banyaknya daerah yang menggunakan kata rawa di depannya seperti, Rawa Gabus, Rawa Monyet, Rawa Merta dan lain-lain. selain itu berasal dari kata Kera dan Uang yang mengandung arti bahwa daerah ini dulunya merupakan habitat binatang sejenis monyet yang kemudian berubah menjadi kota yang menghasilkan uang, serta istilah lain yang berasal dari Belanda seperti Caravan dan lainnya.
  2. ^ Andriana D Pemakaman Bupati Karawang. Diakses 15 Nov. 2008.
  3. ^ Buku DDA: BPS Kabupaten Karawang
  4. ^ Buku DDA: BPS Kabupaten Karawang

[sunting] Situs Terkait


peristiwa Rengasdengklok

Peristiwa Rengasdengklok

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas

Langsung ke: navigasi, cari
Kamar peristirahatan Bung Karno di rumah Djiaw Kie Siong.

Peristiwa Rengasdengklok adalah peristiwa dimulai dari "penculikan" yang dilakukan oleh sejumlah pemuda (a.l. Adam Malik dan Chaerul Saleh dari Menteng 31 terhadap Soekarno dan Hatta. Peristiwa ini terjadi pada tanggal 16 Agustus 1945 pukul 04.30. WIB, Soekarno dan Hatta dibawa ke Rengasdengklok, Karawang, untuk kemudian didesak agar mempercepat proklamasi kemerdekaan Republik Indonesia,sampai dengan terjadinya kesepakatan antara golongan tua yang diwakili Soekarno dan Hatta serta Mr. Achmad Subardjo dengan golongan muda tentang kapan proklamasi akan dilaksanakan.

Menghadapi desakan tersebut, Soekarno dan Hatta tetap tidak berubah pendirian. Sementara itu di Jakarta, Chairul dan kawan-kawan telah menyusun rencana untuk merebut kekuasaan. Tetapi apa yang telah direncanakan tidak berhasil dijalankan karena tidak semua anggota PETA mendukung rencana tersebut.

Proklamasi kemerdekaan Republik Indonesia rencananya akan dibacakan Bung Karno dan Bung Hatta pada hari Kamis, 16 Agustus 1945 di Rengasdengklok, di rumah Djiaw Kie Siong. Naskah teks proklamasi sudah ditulis di rumah itu. Bendera Merah Putih sudah dikibarkan para pejuang Rengasdengklok pada Rabu tanggal 15 Agustus, karena mereka tahu esok harinya Indonesia akan merdeka.

Karena tidak mendapat berita dari Jakarta, maka Jusuf Kunto dikirim untuk berunding dengan pemuda-pemuda yang ada di Jakarta. Namun sesampainya di Jakarta, Kunto hanya menemui Mr. Achmad Soebardjo, kemudian Kunto dan Achmad Soebardjo ke Rangasdengklok untuk menjemput Soekarno, Hatta, Fatmawati dan Guntur. Achmad Soebardjo mengundang Bung Karno dan Hatta berangkat ke Jakarta untuk membacakan proklamasi di Jalan Pegangsaan Timur 56. Pada tanggal 16 tengah malam rombongan tersebut sampai di Jakarta.

Keesokan harinya, tepatnya tanggal 17 Agustus 1945 pernyataan proklamasi dikumandangkan dengan teks proklamasi Kemerdekaan Indonesia yang diketik oleh Sayuti Melik menggunakan mesin ketik yang "dipinjam" (tepatnya sebetulnya diambil) dari kantor Kepala Perwakilan Angkatan Laut Jerman, Mayor (Laut) Dr. Hermann Kandeler.[1]

Daftar isi

[sembunyikan]

[sunting] Latar belakang

Pada waktu itu Soekarno dan Moh. Hatta, tokoh-tokoh menginginkan agar proklamasi dilakukan melalui PPKI, sementara golongan pemuda menginginkan agar proklamasi dilakukan secepatnya tanpa melalui PPKI yang dianggap sebagai badan buatan Jepang. Selain itu, hal tersebut dilakukan agar Soekarno dan Moh. Hatta tidak terpengaruh oleh Jepang. Para golongan pemuda khawatir apabila kemerdekaan yang sebenarnya merupakan hasil dari perjuangan bangsa Indonesia, menjadi seolah-olah merupakan pemberian dari Jepang.

Sebelumnya golongan pemuda telah mengadakan suatu perundingan di salah satu lembaga bakteriologi di Pegangsaan Timur Jakarta, pada tanggal 15 Agustus. Dalam pertemuan ini diputuskan agar pelaksanaan kemerdekaan dilepaskan segala ikatan dan hubungan dengan janji kemerdekaan dari Jepang. Hasil keputusan disampaikan kepada Ir. Soekarno pada malam harinya tetapi ditolak Soekarno karena merasa bertanggung jawab sebagai ketua PPKI.

[sunting] Para Pemuda Pejuang di Rengasdengklok

Beberapa orang pemuda yang terlibat dalam peristiwa Rengasdengklok ini antara lain:

  • Soekarni
  • Jusuf Kunto
  • Chaerul Saleh
  • Shodancho Singgih, perwira PETA dari Daidan I Jakarta sebagai pimpinan rombongan penculikan.
  • Shodancho Sulaiman
  • Chudancho Dr. Soetjipto
  • Chudancho Subeno sebagai pemimpin Cudan Rengasdengklok (setingkat kompi). Chudan Rengasdengklok memiliki 3 buah Shodan (setingkat pleton) yaitu Shodan 1 dipimpin Shodancho Suharjana, Shodan 2 dimpimpin Shodancho Oemar Bahsan dan Shodan 3 dipimpin Shodancho Affan.
  • Honbu (staf) yang dipimpin oleh Budancho Martono.

[sunting] Pranala luar

[sunting] Referensi

Rumah Rengasdengklok


Rengasdengklok merupakan tempat pertemuan golongan muda dan golongan tua untuk memusyawarahkan persiapan Proklamasi.Rengasdengklok dipilih karena dianggap jauh lebih aman karena bekas markas PETA.Sekaligus bertujuan untuk menjauhkan golongan tua dari pengaruh Jepang.Peristiwa tersebut terjadi pada tanggal 16 Agustus 1945 dini hari.

Jumat, 05 Februari 2010



lukman cs sedang mempersiapkan POPDA dengan berlatih dengan SMP N I Bobotsari...semoga sukses..!! Selain persiapan POPDA juga untuk persahabatan...kompak selalu...

Lagi KE BBS

nich...mengisi hari libur refreshing ikut nglihat anak2 latihan basket..makasih ya bisa foto tuk kenangan di SMP N I Bobotsari.

Selasa, 02 Februari 2010

ARE YOU READY TO DO UNAS???

Hi,my student..please,you read tips about prepare of UNAS.Ok
Sudah tidak masanya kita memikirkan persiapan UNAS karena kita mau tidak mau harus menjawab kita sudah siap.Ok.Siapa bilang ujian merupakan momok yang menakutkan bagi sebagian siswa karena memikirkan jangan..jangan..lulus tidak ya?....Oleh karena itu semua jajaran tingkat sekolah semua sibuk dalam rangka mempersiapkan siswanya.termasuk spenzaga...semua bertujuan supaya sukses.Jangan kita stess donk,namun kenyaataannya banyak siswa yang stres berkepanjangan karena tidak memiliki persiapan untuk menghadapi ujian Nasional,Bagaimana mengatasi itu semua??yuuk kita intip tips belajar saat menghadapi ujian nasional., Please read tips for prepare UNAS,attention,please!!!

1.Mulai persiapkan mental untuk menghadapi ujian sejak sebulan sebelum ujian. hal ini penting karena jangan sampai pada saat ujian nasional tiba rasa takut, cemas, rendah diri, timbul didalam diri anda, hal ini akan berbahaya bagi anda.salah satunya anda akan melakukan perbuatan yang menyimpang seperti menyontek, menyogok kepala sekolah. dan sebagainya. oke siapkan mental anda dan katakan dalam hati bahwa saya bisa, saya akan mendapat nilai besar tanpa harus melanggar aturan.

2. Setelah anda mempersiapkan mental sebelum ujian berikutnya adalah lakukan penilaian kepada seluruh mata pelajaran yang pernah anda pelajari dan diantara semuanya pilah-pilah mana yang sulit dan yang mudah lalu anda pelajari yang sulit terlebih dahulu.

3. Tips selanjutnya adalah memperlakukan materi berupa teori dengan yang berupa hitungan secara berbeda. maksudnya jika pelajaran itu hitung-hitungan seperti matematika maka cara belajarnya berbeda dengan pelajaran sejarah yang berupa teori. Untuk matematika tips nya adalah banyak mengulang-ualang contoh soal yang pernah di ajarkan atau dari buku-buku persiapan UAN yang banyak beredar dipasaran. sedangkan pelajaran berupa teori cukup anda garis bawahi poin-poin penting dari buku pelajaran anda, mulai dari kelas 1 hingga kelas 3. dan kumpulkan poin tersebut untuk dibaca berulang-ulang hingga anda menguasainya.
Good luck for SPENZAGA!!!don't forget to always pray!!!!Bismillahirohmanirohim semoga Tuhan mendengar dan mengabulkan doa kita.Amin.

Senin, 01 Februari 2010

mungkinkah

KEPASTIAN HIDUP


" Kita memang bersandar pada mungkin,
kita bersandar pada angin,
dan tak pernah bertanya : untuk apa ?
tidak semua memang bisa ditanya untuk apa
Barangkali saja,
kita masih mencoba memberi harga
pada sesuatu yang sia-sia
sebab kersik pada karang, lumut pada lokan,
mungkin akan tetap juga disana - apapun maknanya "

(GM, pada sebuah pantai : interlude)

Hidup memang begitu rapuh, yang hanya bersandar pada angin, bersandar pada mungkin, karena kepastian dan kejelasan akan terlihat sebagai hal yang mustahil, dan karena itu juga tak perlu diharapkan.
Tapi apakah kita akan hidup tanpa harapan ?, tanpa sedikitpun impian ?, lalu apa artinya hidup jika tanpa impian dan harapan ?
Kita memang tidak perlu mengejar kepastian, karena kalau kita sudah punya jawaban atas semua pertanyaan kita, akan masa depan hidup kita, maka kita akan tahu kepastian hidup kita, kita akan tahu takdir kita. Lalu dimana seninya hidup ?, atau dimana letak sensasinya ?.
Kalau segala sesuatunya telah kita ketahui sebelumnya, hidup menjadi hambar, menjadi tidak menggairahkan. Namun jika anda masih penasaran akan masa depan hidup anda, sebenarnya belajarlah dari pengalaman hidup anda. nasib orang dah ada yang mengatur.Tuhan tidak akan mengubah takdir seseorang melainkan orang itu yang akan mengubah sendiri.Lets,we learning all time ,the tombstone will be my diploma.